WAKTU
DAN KALENDER
1.1.
Kalender Julian, Kalender Gregorian dan Julian Day
Ada banyak sistem penanggalan (kalender) di dunia
ini. Diantaranya, kalender Islam, kalender Julian, kalender Gregorian, kalender
Yahudi, kalender Hindu, kalender Persia, kalender China dan lain–lain. Kalender
Islam sangat penting untuk diketahui, karena hal itu menjadi dasar dan patokan
dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan sunnah, zakat fitrah, shalat ied
dan haji. Sementara itu kalender Gregorian (kalender Masehi) adalah kalender
yang digunakan sehari–hari saat ini. Kalender Julian, meskipun sudah 500 tahun
lebih tidak digunakan lagi, tetap penting untuk diketahui, setidaknya sebagai
penghubung dengan kalender Islam di masa lampau. Misalnya, hubungan antara kalender
Islam dengan Julian terhadap peristiwa–peristiwa di masa kenabian Muhammad SAW.
Pada kalender Julian, satu tahun secara rata–rata
didefinisikan sebagai 365,25 hari. Angka 365,25 dapat dinyatakan dalam bentuk
(3 x 365 + 1 x 366)/4. Karena itu dalam kalender Julian, terdapat tahun kabisat
setiap 4 tahun. Kalender Julian berlaku sampai dengan hari Kamis 4 Oktober 1582
M. Paus Gregorius mengubah kalender Julian dengan menetapkan bahwa tanggal
setelah Kamis 4 Oktober 1582 M adalah Jumat 15 Oktober 1582 M. Jadi, tidak ada
hari dan tanggal 5 sampai dengan 14 Oktober 1582. Sejak 15 Oktober 1582 M
itulah berlaku kalender Gregorian.
Banyaknya hari dalam tahun kabisat (leap year)
adalah 366 hari, sedangkan dalam tahun biasa (common year) adalah 365 hari.
Pada kalender Julian, tahun kabisat dimana bulan Februari terdiri dari 29 hari
dirumuskan sebagai tahun yang habis dibagi 4. Contoh tahun kabisat pada
kalender Julian adalah tahun 4, 100, 400. Untuk tahun negatif, ada perbedaan
antara sejarawan dan astronom dalam penomoran tahun. Bagi sejarawan, hitungan
mundur tahun sebelum tahun 1 adalah tahun 1 SM, 2 SM, 3 SM dan seterusnya. Sementara menurut astronom
hitungan mundur tahun sebelum tahun 1 adalah tahun 0, –1, –2 dan seterusnya.
Sebagai contoh, tahun –45 sama dengan tahun 46 SM. Adapun tahun kabisat (leap
year) yang habis dibagi 4 untuk tahun negative dirumuskan secara astronomis.
Jadi yang termasuk tahun kabisat adalah tahun 8, 4, 0, – 4, –8, –12 dan
seterusnya.
Dalam kalendar Gregorian, definisi tahun kabisat
yang habis dibagi 4 sedikit mengalami perubahan. Jika suatu tahun habis dibagi
4 tetapi tidak habis dibagi 100, termasuk tahun kabisat. Contohnya, tahun 1972,
2468 termasuk tahun kabisat. Jika suatu tahun habis 100, tetapi tidak habis
dibagi 400, maka tahun tersebut bukan tahun kabisat. Jika habis dibagi 400,
termasuk tahun kabisat. Jadi, tahun 1700, 1800, 1900 bukan tahun kabisat, sedangkan
tahun 1600, 2000, 2400 termasuk tahun kabisat.
Terjadinya perubahan kalender Julian menjadi
kalender Gregorian disebabkan adanya selisih antara panjang satu tahun dalam
kalender Julian dengan panjang rata–rata tahun tropis (tropical year).
Satu tahun kalender Julian adalah 365,2500 hari. Sementara panjang rata–rata
tahun tropis adalah 365,2422. Berarti dalam satu tahun terdapat selisih 0,0078
hari atau hanya sekitar 11 menit. Namun, selisih ini akan menjadi satu hari dalam
jangka 128 tahun. Jadii dalam ratusan atau ribuan tahun, selisih ini menjadi signifikan
hingga beberapa hari. Jika dihitung dari tahun 325 M (saat Konsili Nicaea menetapkan
musim semi atau vernal ekuinoks jatuh pada 21 Maret) sampai dengan tahun 1582,
terdapat selisih sebanyak (1582 – 325) X 0,0078 hari = 9,8 hari atau hampir 10
hari. Dan ini dibuktikan dengan musim semi pada tahun 1582 M, dimana vernal ekuinoks
jatuh pada tanggal 11 Maret, bukan sekitar tanggal 21 Maret seperti biasanya. Karena
itulah, saat kalender Gregorian ditetapkan, tanggal melompat sebanyak 10 hari. Tanggal
setelah 4 Oktober 1582 bukan 5 Oktober tetapi 15 Oktober 1582.
Dalam
kalender Gregorian, panjang rata–rata satu tahun adalah 365,2425 hari yang mana
cukup dekat dengan rata–rata tahun tropis sebesar 365,2422 hari. Selisihnya dalam
setahun adalah 0,0003 hari, yang berarti akan terjadi perbedaan satu hari
setelah sekitar 3300 tahun. Sebagai perbandingan, dalam kalender Islam yang
menggunakan peredaran bulan, rata–rata satu bulan sinodik adalah 29,530589
hari. Dalam kalender Islam secara aritmetik (bukan hasil observasi/rukyat),
dalam 30 tahun (360 bulan) terdapat 11 tahun kabisat (355 hari) dan 19 tahun
biasa (354 hari). Rata–rata hari dalam satu bulan adalah (11 X 355 + 19 X
354)/360 = 29,530556 hari. Dengan demikian dalam satu bulan, selisih antara
satu bulan sinodik dengan satu bulan aritmetik adalah 0,000033 hari. Selisih
ini akan menjadi satu hari setelah kira–kira 30000 bulan atau 2500 tahun.
Lengkapnya
DOWNLOAD Ebooknya aja ok
DOWNLOAD DI ZIDDU
WAW....
BalasHapus